Forum Diskusi Institut Manajemen Masjid
Pebruari 08, 2012, 12:00:02 *
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi
Berita: Assalaamu'alaikum wr. wb.,

Selamat datang di Forum Diskusi Institut Manajemen Masjid.

Berdiskusilah dengan sopan dan berorientasi pada kebenaran.

Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala senantiasa memberi rahmat dan hidayah kepada kita semua. Amien.


Administrator
forum.immasjid.com
 
   Home   Bantuan Cari Kalender Masuk Daftar  
Halaman: [1]   Turun
  Kirim topik ini  |  Cetak  
Pembuat Topik: dakwah  (Baca 91 kali)
0 Anggota dan 1 Pengunjung melihat topik ini.
taufik
Newbie
*
Offline Offline

Tulisan: 3


Lihat Profil
« pada: Juni 28, 2011, 08:41:57 »

Kenapa Agama Turun Di Qurisy
Friday, May 06, 2011 11:24 AM

 Syech Basyir rah.a Amir dakwah di Pakistan katakan :

 

Agama  turun di Quraisy karena surat Al Quraisy menceritakan    bagaimana  kehebatan orang Quraisy yang biasa tinggalkan anak istri    untuk berdagang  yaitu dimusim panas pergi ke Syam dan di musim dingin    pergi ke Yaman.

 

Kebiasaan  inilah yang biasa tinggalkan keluarga menjadikan Allah SWT pilih   mereka   bawa agama ke seluruh alam. Bayangkan jika agama diturunkan   ditempat   orang yang biasa tinggalkan anak istri. Apa jadinya ? Maka   agama akan   mati dan mungkin tersebar.

 

Jadi tuan tuan banyak orang  rela bertahun tahun berpisah dengan anak    istri untuk kerja dunia yang  tak ada janji kejayaan di dalamnya.    Sementara jika melihat orang pergi  kerja untuk sebarkan agama orang    islam bahkan yang berilmupun ribut  mengomentarinya.

 

Lihatlah berapa banyak perzinahan  terjadi, anak tak terurus, agama    mereka hancur, bahkan permasalahan  sosial yang disebabkan suami pergi    berbulan bulan, bahkan bertahun tahun  untuk keduniaan tapi banyak  orang   tutup mata, bahkan justru dipuji  puji.

 

Syech Abdul Wahab katakan : kehidupan tanpa agama  seperti pasar    dimana orang dihargai karena uangnya bukan karena amal  kebaikannya.

 

Padahal kerja dunia adalah kerja sekali pakai, gajian selesai, beli barang, dimakan, dipakai, kalau mati sudah.!! Habis semua

 

Sedangkan kerja agama dapat kita nikmati sampai di kubur, di mahsyar, di siroth bahkan selama lamanya di dalam syurga.

 

Maulana  Ilyas rah.a ditanya oleh anaknya yaitu Maulana Yusuf : “Ya    ayahanda !!  kenapa ayah buat jamaah lagi padahal sudah banyak    fiqroh-fiqroh bermacam  jamaah dalam islam ?”

 

Syech Ilyas rah.a katakan : “Wahai  anakku !! hari ini amalan    Rasululloh SAW telah banyak dikerjakan oleh  ummat islam wujud di mana    mana dalam jamaah, tetapi maksud hidup  Rasululloh SAW telah hilang  dari   ummat sehingga amalan ummat tidak  mencapai hakekat amal.”

 

Mereka sholat yang seharusnya  mampu mencegah fasya’ dan mungkar  tak    dapat wujud, puasa yang  seharusnya menghasilkan ketakwaan tak    berhasil, zakat yang seharusnya  menghilangkan cinta dunia, malahan    menjadikan orang semakin cinta dunia.  Haji yang seharusnya mendatangkan    kecintaan kepada Allah SWT justru  orang semakin mencintai makhluq.

 

Maksud ittiba’ Nabi SAW  adalah mengikuti kepada dua perkara :

1. Amalan Rasulullah SAW

2. Maksud hidup Rasulullah SAW

 

Orang  hari ini paham tanggung jawab sebagai seorang ayah, suami,pegawai dll.  Ketika isterinya sakit misalnya maka dia kalahkan semua    pekerjaan,  kesenangan dll untuk merawat istrinya dan carikan obat, dokter dll.

 

Karena ia paham tanggung jawabnya. Jadi untuk kepentingan istri, rela tinggalkan apapun karena merasa sebagai suami.

 

Orang  yang buka toko untuk menghidupi keluarga  paham tanggung jawab    terhadap  tokonya, maka tiap hari dibuka dan di azam untuk buka toko    bukan untuk  masa 40 hari, 4 bulan saja tetapi untuk masa selama    hidupnya karena apa?  Dia paham tanggung jawabnya.

 

Seorang kuli pengangkut  barang ketika dapat tanggung jawab   mengangkat barang orang yang  membayarnya tak akan mungkin mau    memindahkan bebannya kepada orang lain,  karena ia paham kalau tak    angkat barang walaupun berat maka tak akan  dapat uang, dia paham    tanggung jawabnya.

 

Seorang yang  mengatakan anakku, istriku, rumahku maka orang tersebut  langsung paham  Tanggung jawabnya dengan apapun yang dikaitkan dengan    dirinya. Sayangnya  ummat hari ini tak paham tanggung jawabnya.Walaupun  telah mengatakan  agamku, Nabiku dll.

 

Tanggung jawab yang besar dari ummat  adalah ini adalah mengingatkan tanggung jawabnya semua orang Islam atas  kerja Nabi dan menjadikan    maksud hidup Nabi sebagai maksud hidup umma

 

Sejak  Al Muzzammil, dan Al Muddattsir turun maka Nabi SAW telah    lipat bister/  tempat tidurnya dan berkata kepada Khodijah rha : “Laa Roihata ba”dal  yaum”

 

Nabi paham yanggung jawabnya, maksud hidupnya adalah  dakwah. Biarlah  diri dicaci, dihina,  biarlah anak istri menderita,  kelaparan, tak berpakaian tetapi kerja dakwah tak boleh berhenti.

 

Karja  petani, perdagangan, perkantoran dll boleh berhenti, tetapi  kerja  dakwah tak boleh berhenti. Bahkan badan boleh terbakar, anak boleh  terpotong, asalkan agama tak boleh terpotong sedikitpun.

 

Lihat  pengorbanan Ibrahim as. Inilah arti tanggung jawab dia akan  buat kerja  Nabi SAW sebagai kerja selamanya, bukan 3 hari, 40 hari atau    4 bulan.

 

Dan  dia akan buat kerja Nabi dengan mengalahkan kerja-kerja lainnya. Dia  kedepankan kerja Nabi SAW dan dia belakangkan kerja selainnya.

 

SK  surat keputusan yang mengangkat ummat ini menjadi Da’i telah  turun  dalam surat Yusuf 108. “Katakanlah kekasihku Muhammad, inilah    jalanku  (Manhajku/ jalanku satu-satunya) yakni mendakwahkan manusia    kepada Allah  SWT atas bashiroh, kerja ini adalah kerjaku dan kerja    orang yang  mengikuti aku.”

 

Inilah jalan yang setiap hari diminta oleh orang yang sholat 17 kali, tetapi sayangnya ummat lalai dari perkara ini.

 

Kantor  atau jawatan yang sudah mengangkat seseorang jadi pegawai tetapi ia tak  kerjakan juga tugas setelah diangkat dengan SK surat  keputusan,  tentulah kantor itu akan gantikan dia dengan orang lain.Begitulah ummat  hari ini tak mau kerjakan tugas dan tanggung jawabnya    padahal telah  diangkat jadi Da’i maka Allah SWT akan pilih orang lainambil kerja ini.

 

Seekor  sapi tak lagi menghasilkan susu maka oleh pemiliknya akan  diserahkan  kepada tukang jagal untuk disembelih. Maka orang islam yang takada  gunanya lagi untuk agama maka akan diserahkan kepada orang  kafir  untuk  disembelih, dihina, direndahkan, diusir dari negerinya.
Laporkan ke moderator   Masuk
Halaman: [1]   Naik
  Kirim topik ini  |  Cetak  
 
Lompat ke:  

Didukung oleh MySQL Didukung oleh PHP Powered by SMF 1.1.5 | SMF © 2006-2007, Simple Machines LLC Valid XHTML 1.0! Valid CSS!
Halaman dibuat dalam 0.103 detik dengan 21 permintaan.